Kamis, 12 Mei 2016

UIJ Harus Pelopori Kampus Sehat

UI JEMBER– Wakil Gubernur Jatim,, Drs Saifullah Yusuf, (Gus Ipul) meresmikan penggunaan gedung rektorat Universitas Islam Jember (UIJ), Selasa melam kemarin. Didampingi Bupati dr Faida, Wabup KH Abdul Muqit Arief, dan sejumlah tokoh NU Jember, Gus minta UIJ mempelopori keberadaan kampus yang sehat dan bermartabat.
Menurut Gus Ipul, kampus yang sehat sudah menjadi tuntutan yang harus dipenuhi oleh semua pihak, agar menarik minat masyarakat untuk masuk di dalamnya. “Sudah bukan jamannya kampus dikelola asal-asalan sekarang ini,” ujarnya.
Ada empat hal, kata Gus Ipul, untuk mengelola kampus agar diminati masyarakat. Yakni, lulusannya harus memiliki sikap spiritual happiness(kebanggaan semangat) . Dan ini, kata Gusd Ipul, seakan menjadi modal penting dan utama.

Yang kedua, lanjut Gus Ipul, kampus harus memiliki intelectual happiness (kebanggan intelektual). Artinya, kata Gus Ipul, di dalamnya banyak terdapat para intelektual yang handal, sehingga membawa nama kampus menjadi harum. Yang tak kalah pentingnya, lanjut ketua PBNU itu, kampus harus memiliki physical happiness. Yakni,  penampilan, tata kelola bangunan, serta lingkungan yang bagus dan menarik. “Ini menjadi syarat penting terpenuhinya kampus modern. Kampus mampu menghadirkan fisik yang baik, tidak asal-asalan,” tandasnya.
Selanjutnya yang keempat, kata gus Ipul kampus harus memiliki material happiness. Yakni, mampu memberi kesejahteraan yang memadai bagi semua civitas akademika. “Apalagi dengan ditambah spiritual dan kejujuran,”  tuturnya. Dalam kesempatan itu, Gus Ipul memuji keberadaan Kampus UIJ yang yang lebih banyak mandiri, ketimbang menjagakan bantuan pihak lain. “Sepintas kampus UIJ cukup bagus. Entah kalau kita cek ke belakang, termasuk kamar mandi dan WC-nya,” guraunya..Bupati Jember, dr Faida, MMR, juga merasa bangga dengan gedung rektorat baru tersebut. Dengan adanya gedung tersebut, kata Faida, akan menjadi bagian penting bagi pembangunan sumberdaya manusia di UIJ. “Tidak hanya bermanfaat di dalam UIJ saja, tapi juga di luar kampus” katanya. UIJ, kata dia, merupakan kebanggaan dari warga NU, yang mayoritas di daerah ini.
Dia berharap agar UIJ bisa lebih mengembangkan marketingnya, agar masyarakat di pelosok desa bisa mengetahui keberadaan UIJ. Selain itu, Bupati Faida  juga berharap agar UIJ bisa bersinergi dengan pemkab Jember dalam melaksanakan 22 program kerja bupati.
Bahkan Faida mengingatkan kembali bahwa pihakinya telah menyiapkan 5.000 beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa asal Jember. “Saya minta UIJ banyak mendapat beasiswa tersebut,” tandasnya. Dia juga minta agar pimpinan UIJ banyak menjalin kemiteraan dengan pemkab, dalam rangka membangun Jember menjadi lebih baik.
Sementara itu, Ketua Yayasan, Dr KH Abdullah Syamsul Arifin MHI (Gus Aab) mengaku bersukur, saat ini UIJ masih bertahan di antara banyaknya perguruan tinggi swasta yang ada di Jember. Oleh karena itu, pihaknya butuh dukungan dari semua pihak, khususnya pemkab dan pemprov agar bisa lebih berkembang.
Menurut Gus Aab, banyak alumni UIJ yang telah berkiprah di masyarakat dan pemerintahan. “Mas Ayub Junaidi (wakil ketua DPRD Jember,red) termasuk alumninya UIJ,” ujar Gus Aab, sambil melirik ketua GP Ansor Jember itu.  (Humas UIJ)

Sejarah singkat Universitas Islam Jember

Universitas Islam Jember (disingkat UIJ) adalah lembaga pendidikan tinggi yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) Jember pada tahun 1984. Penyelenggaraan UIJ memiliki 5 fakultas yang menyelenggarakan 12 Program Studi dengan status izin penyelenggaraan dari Dirjen Dikti Depdiknas dan Dirjen Pendis Depag RI, sebagian besar telah Terakreditasi dari BAN Perguruan Tinggi Depdiknas RI.
Saat ini, (UIJ) telah berkembang sesuai pola manajemen pendidikan tinggi sesuai ketentuan Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas untuk Fakultas Hukum, Pertanian, FISIP, dan FKIP; sedangkan Fakultas Tarbiyah (Fakultas Agama Islam/FAI) mengikuti ketentuan manajemen Pendidikan Tinggi Agama Islam dari Dirjen Pendidikan Islam Depag RI.
Beberapa Unit penunjang akademik terdiri dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Lab. Dasar, Lab. Bahasa, Lab. Komputer, Lab. Micro Teaching, Green House, dan Pusat-Pusat studi dan layanan konsultasi Agama.
Sistem pendidikan di UIJ dikembangkan sesuai Sistem Pendidikan Nasional, dengan menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Tenaga edukatif yang membina pembelajaran mahasiswa terdiri dari Dosen PNS (DPK), Dosen Tetap Yayasan, dan Dosen Luar Biasa dari Praktisi yang Profesional, sebagian besar berpendidikan S2 dan S3.
Masyarakat dan pemerintah telah memberikan kepercayaan kepada UIJ, terbukti lulusan UIJ telah terserap dalam dunia kerja, baik sebagai PNS maupun Pegawai Swasta di berbagai bidang. Disamping itu UIJ berhasil mendapat hibah kompetisi dari Dirjen Pendidikan Islam Deparg RI berupa pengadaan Laboratotium Micro Teaching, Penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Berprestasi dari Kopertis Wilayah VII, Hibah Kompetisi dari Pemprop Jawa Timur untuk peningkatan kualifikasi akademik Guru-Guru Diniyah, Hibah kompetisi dari Pemkab. Jember berupa , peningkatan kualifikasi akademik Guru-Guru Bidang Studi, Hibah dari Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas RI berupa Beasiswa PPA dan BBM serta BKM.
Sebagai upaya peningkatan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah, UIJ telah menjalin kerjasama dengan berbagai fihak di daerah setempat, Regional dan Nasional sebagai Stake Holder.

Studi n Tur Malang-Jogja








Pelantika HMP Periode 2015/2016


Peresmian Gedung UIJ Oleh KH. Ahmad Siddiq dan KH. Dhofir





Kegiatan Mahasiswa Jurusan PAI & PGMI



Pimpinan dan Karyawan Fak. Tarbiyah 2009-2013



 

Blogger news

Blogroll